Project Summary

    Tips Komunikasi untuk Menjalin Kedekatan dengan Anak

    Hubungan antara Ibu dan anak dapat berlangsung dengan baik jika komunikasi dan kasih sayang yang bisa terjaga. Namun sebaliknya, kesenjangan

    Hubungan antara Ibu dan anak dapat berlangsung dengan baik jika komunikasi dan kasih sayang yang bisa terjaga. Namun sebaliknya, kesenjangan dalam komunikasi juga bisa menyebabkan tidak selaras nya hubungan keduanya. Umumnya kesenjangan komunikasi adalah lantaran perbedaan dalam segi persepsi. Bahkan jika intensitas kebersamaan antara keduanya sangat sering, namun tanpa komunikasi berkualitas, maka hasilnya pun tidak selalu baik.
     
    Perlu diketahui bahwa komunikasi yang baik tidak sebatas lantaran intensitas dan kuantitas waktunya saja, namun juga dari segi kualitas isi komunikasi tersebut. Untuk itu sebagai orang tua, Anda dituntut untuk pintar dalam menyikapi situasi ini. Untuk mendapatkan berbagai informasi, Anda dapat berdiskusi dengan teman atau rekan Anda di kantor atau dapat juga berinteraksi lewat forum ibu dan anak untuk berkomunikasi bersama para member forum lainnya. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda terapkan dalam keseharian untuk menjaga komunikasi dengan anak:
     
    1. Dengarkan
    Mayoritas orang tua kurang dalam mendengarkan apa yang disampaikan anak sehingga hanya memberi nasehat dari satu sisi perspektif saja yaitu perspektif orang tua. oleh karena itu mulai saat ini ubahlah hal tersebut. Caranya adalah dengarkan apapun yang anak katakan baik segala keluhan, cerita dan lainnya sehingga Ibu bisa memahami setiap ungkapan dalam kata-kata anak.

    2. Tidak memotong
    Ketika mendengarkan, maka hindari memotong perkataannya. Hal ini bisa membuat anak malas bercerita dengan Anda. Selain itu Anda juga belum tentu bisa mendapatkan inti masalah jika ketika cerita berlangsung, tapi dipotong di tengah jalan. Dengan mendengarkan cerita sampai selesai, maka Ibu juga bisa memahami pola pikir anak dalam kesehariannya.

    3. Gaya bahasa
    Sesuaikan gaya bahasa yang digunakan dengan yang dapat dipahami anak. Anda bisa menyesuaikannya dengan usia anak sehingga pola pikir dan cara menangkap pesan dari Anda bisa lebih diterima. Hindari intonasi yang seolah menggurui karena anak berharap seperti bisa bercerita kepada teman.

    4. Gesture tubuh
    Komunikasi tak hanya dari ucapan saja, namun juga dari gesture tubuh yang menyertai. Berikan senyuman kepada anak jika Ia bercerita tentang kebanggaannya. Perlihatkan bahwa Anda antusias untuk mendengar ceritanya sehingga anak tak sungkan untuk meluap kan isi hatinya pada Anda. Jika Ia mengalami masalah, maka Anda bisa memeluknya sehingga anak merasa lebih nyaman dan didengarkan.

    5. Berikan pujian
    Kebanyakan orang tua merasa jika pujian bisa membuat anak mudah berpuas diri. Padahal hal ini tak selamanya benar. Anda bisa sesekali memberikannya pujian pada pencapaian yang ia lakukan, bahkan pencapaian kecil sekalipun. Dengan begitu anak akan lebih merasa percaya diri dan merasa dihargai atas hasil kinerjanya.
     
    Komunikasi pada anak tak terbatas pada waktu karena selamanya, inilah lifestyle wanita yang menjadi kodrat ibu untuk membuat anak tetap membutuhkan tempat kembali yaitu di sisi orang tuanya. Untuk itu pastikan Anda dapat membuatnya nyaman sehingga Ia bisa mempercayakan beragam masalahnya pada Anda untuk dikonsultasikan, bukan kepada pihak lain yang belum tentu benar.