Project Summary

  • 0$ 0.00% / 10$
  • d-190 1 Partner
  • by cia wardana, in Indonesia in Non-governmental organization
  • Payment Join

    Kenapa Hanya Sedikit Pengembang untuk Perumahan Murah?

    Perumahan Murah - Melihat banyaknya masyarakat yang berada di dalam kelas menengah ke bawah di Indonesia, seharusnya adalah hal yang wajar

    Perumahan Murah - Melihat banyaknya masyarakat yang berada di dalam kelas menengah ke bawah di Indonesia, seharusnya adalah hal yang wajar jika banyak pengembang yang masuk ke dalam pengembangan untuk kawasan perumahan murah. Selain ada banyaknya orang yang memerlukannya, dari segi finansial pun ini cukup bisa menguntungkan, tentunya selama pengembang bisa mengatur keuangannya dengan baik.

    Tapi pada kenyataannya, tidak terlalu banyak perumahan harga murah yang berada di Indonesia sekarang ini. Kalau pun ada, maka perumahan tersebut biasanya berada di kawasan yang sama sekali tidak strategis, maupun tidak memberikan keuntungan sendiri bagi orang yang berminat membelinya maupun perlu. Pengembang yang berkecimpung di dalam bidang properti murah ini pun bisa dihitung dengan tangan, salah satunya adalah Perumnas yang pada dasarnya adalah BUMN.

    Kenapa tidak ada banyak pengembang di Indonesia yang berani untuk masuk ke dalam arena properti murah? Kebanyakan properti yang ditawarkan biasanya ditujukan untuk masyarakat dengan kekuatan ekonomi menengah ke atas, sementara daya beli masyarakat di bawahnya semakin jatuh. Hal ini sebenarnya memiliki alasan, yaitu karena: 

    1.Profit margin yang tak terlalu tinggi

    Bagi banyak pengembang, profit margin yang bisa didapatkan dari menjual rumah-rumah murah tersebut tidak menguntungkan. Karena harga sudah ditetapkan pemerintah, pengembang tidak mendapatkan cukup keuntungan  untuk menjustifikasi pembangunan dengan harga yang murah tersebut.

    2.Masalah tanah

    Hal lain yang menjadi masalah bagi para pengembang adalah urusan tanah. Harga tanah sekarang ini sangat sulit untuk dikendalikan, dan sebagai akibatnya, harganya pun terus naik. Jika sudah demikian, tentunya sulit membangun rumah dengan harga murah di atasnya.

    3.Soal izin

    Izin untuk membangun rumah juga bisa menghabiskan biaya serta waktu dari pengembang. Bahkan izin bisa mencakup 20% biaya pembangunan yang harus dikeluarkan pengembang.

    Makanya, melihat kenyataan tersebut, maka tidak mengherankan jika sejauh ini hanya pengembang seperti Perumnas yang sampai sekarang berani berkecimpung dalam dunia perumahan murah. Itu pun dengan melakukan perombakan di sana-sini, dan juga mulai memasuki pasar untuk menengah ke atas agar bisa menutupi biaya. Makanya, ketika Anda mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan rumah murah, jangan sia-siakan. 

    Baca Juga : Kelebihan Perumahan Murah Dari Perumnas